CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Showing posts with label Back To School. Show all posts
Showing posts with label Back To School. Show all posts

Thursday, October 9, 2008

SOAL TES 9-10-2008

SOAL TES 9-10-2008

1. Penyebab dari congestion di lalu lintas jaringan komputer.

Terlalu banyak host

Broadcast storm (badai broadcast)

Multicasting

Bandwiwth yang kecil

2. 7 Lapisan OSI

Application layer

Presentation layer

Session layer

Transport layer

Network layer

Data link layer

Physical layer

3. Letak HUB dan repeater

HUB dan Repeater berada pada layer 1

4 Letak Bridge dan Switch

Bridge dan Switch berada pada layer 2

5. Letak Router

Router berada pada layer 3

6. 5 Lapisan TCP/IP

Application layer

Transportation layer

Internet layer

Network layer

Physical layer

7. Pada komunikasi Connection-Oriented transportasi data dapat diandalkan mengapa demikian?

Sebab peralatan yang melakukan transmisi, pada awalnya akan membuat sebuah session connection-oriented dengan sistem pasangannya, yang disebut call setup atau three way handshake. Kemudian data akan dipindahkan; setelah selesai, pengakhiran komunikasi akan terjadi untuk memutuskan rangkaian virtual yang terjadi.

8. Peralatan physical yang berada di sisi pelanggan dinamakan DTE (Data Terminal Equipment)

9. Layer Data Link dibagi menjadi 2 sub layer, Media Access Control (MAC) Logical Link Control (LLC) sub layer.

10. Protokol yang digunakan untuk mendukung lalu lintas data disebut routed protocols.

Tuesday, October 7, 2008

fUngSi HUB ama sWitCH HUB

Dalam Jaringan komputer kita perlu hub yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan dua buah PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTP dengan Crimping dengan metode cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ? disinilah fungsi hub bekerja dimana komputer2 tersebut akan dihubungkin dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port2 yang ada di hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC.

Sekarang ini banyak orang menilai hub sudah cukup untuk mengatasi problema seperti itu, tetapi dilihat dari sisi lain ternyata hub memiliki sedikit kejelekan dimana dia akan membroadcast semua paket yang akan dikirim ke salah satu IP Tujuan. Hal ini mungkin tidak akan terasa bila kita hanya memiliki 10 buah PC yang terkoneksi dalam satu jaringan. Tetapi bagaimana dengan ratusan ? atau bahkan mungkin ribuan? disinilah fungsi switch sebenarnya bekerja.Di bidang jaringan komputer seringkali kita mendengar kata hub dan switch, bentuknya mirip dan fungsinya dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan ke komputer-komputer dalam suatu jaringan. Beberapa waktu yang lalu penulis mendapati pertanyaan sederhana mengenai perbedaan antara hub dan switch dari beberapa rekan penulis. Melalui artikel kali ini penulis akan bahas secara singkat mengenai perbedaannya. Dari tampak luar, sebuah hub atau switch terlihat sama, keduanya memiliki jack RJ-45 untuk berhubungan dengan suatu device. Sebelum berbicara mengenai mengenai perbedaan antara keduanya maka ada baiknya kita lihat sejenak mengenai keterbatasan suatu (non switched) ethernet, yaitu hanya satu device yang dapat mentransmit data ke suatu segment pada suatu waktu tertentu. Jika lebih dari satu device berusaha mentransmit data pada waktu yang bersamaan maka akan terjadilah collision. Setelah collision terjadi maka setiap device tadi harus melakukan proses pengiriman data kembali (re-transmit). Dapat dibayangkan jika jumlah segment dalam jaringan semakin bertambah maka otomatis kemungkinan akan terjadinya collision akan semakin besar, dan karena akibat collision ini semua device akan melakukan proses re-transmit maka otomatis traffic jaringan akan menjadi relatif lebih lambat. Sebelum ditemukannya teknologi switch, suatu jaringan dapat dibagi-bagi ke dalam beberapa segment dengan suatu device yang dinamakan bridge. Bridge memiliki dua buah port ethernet. Jika ada traffic ke dalam jaringan maka secara otomatis bridge akan mengamati device-device yang terlibat di dalamnya dari kedua sisi (melihat berdasarkan MAC address-nya). Bridge kemudian akan mampu membuat keputusan untuk mem-forward atau tidak mem-forward setiap paket data menuju ke device tujuan

Hub

16 port 8 port

Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast).

Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah
central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar
yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan
mentransmisikannya ke komputer yang lain.
Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai
repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang
diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia
membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh
network.Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk
ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.
Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan mengijinkan computer untuk
ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.
Kapabilitas yang disediakan hub
-------------------------------

Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub
menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk
berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub

pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia
mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya
ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan
melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan
memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena
paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host
(meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja). Switch
------

Switch

Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star.
Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.

Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan
tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua
port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch
dapat secara drastis mengurangi traffic network.
Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya
yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan
paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address,
switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

Sunday, September 7, 2008

iStilAh & fuNgsi padA jAringaN LAN

Istilah & fungsi pada jaringan LAN

a) Server

Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkanmasuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.

b) Workstation

Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.

c) Hub/switch

Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.

d) Network Interface Card (Kartu jaringan)

Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah komputer server maupun workstation sehingga komputer dapat dihubungkan ke dalam sistem jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam sistem jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan adalah matinya lampu indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan lampu indikator di Hub/switch saat komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari kartu jaringan dan hub/switch telah baik.

e) Kabel dan konektor

Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan.

Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:

(1) Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis seratoptik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secarakhusus untuk perawatan jaringan.

(2) Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45. Gangguan ataukerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidakterpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yangsalah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampuindikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau padaHub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yangmuncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakantopologi star, workstation terpasang secara paralel denganmenggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguanhanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja.

(3) Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC. Kabel jenis coaxialmemiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabellainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yanglonggar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistorpada terminating conector. Short pada pemasangan kabeldengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akandown dan komunikasi antar komputer berhenti.

Tuesday, August 26, 2008

swiTch jArinGan

Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).

jEniS jeniS RouTeR

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

fuNgSi rOuteR

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

penGertiAn rOuteR

ROUTER

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI

TugAs NIC

Tugas NIC adalah untuk mengerjakan soal soal ujian ya bukanlah..... enak z...
tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).

kArTu JaRinGan

Kartu jaringan (Inggris: network interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

Tuesday, August 12, 2008

DaSar JARinGan

Dasar Network

Media Implementasi Jaringan
Untuk menghubungkan komputer-komputer yang kita miliki menjadi suatu jaringan, kita menggunakan media transmisi berupa kabel. Kabel yang biasa kita pergunakan adalah kabel twisted pair dan coaxial.
Twisted Pair (shielded dan unshielded)
Kabel twisted pair terdiri dari dua jenis, yaitu shielded / terbungkus ( shielded twisted pair / STP) dan unshielded / tidak terbungkus (unshielded twisted pair / UTP). Karakteristik yang dimiliki kabel ini adalah :
· Sepasang kabel yang di-twist, yang jumlah pasangannya dapat terdiri dari dua, empat atau lebih.
· Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 10 Mbps.
· Konektor yang biasa digunakan adalah RJ-11 atau RJ-45.
Coaksial
Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
· Paling populer untuk LAN
· Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 10 Mbps.
· Coaxial sering digunakan untuk kabel TV, ARCnet, thick ethernet dan thin ethernet.
· Thick coaxial / 10Base5 / RG-8 sering digunakan untuk backbone untuk instalasi jaringan antar gedung. Kabel ini secara fisik berat dan tidak fleksibel, namun ia mampu menjangkau jarak 500 m bahkan lebih.
· Thin coaxial / 10Base2 / RG-58 / cheapernet sering digunakan untuk jaringan antar workstation. Kabel ini secara fisik lebih mudah ditangani daripada RG-8 karena lebih fleksibel dan ringan.
Fiber Optic
Karakteristik kabel ini adalah :
· Mahal
· Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 155 Mbps.
· Tidak dapat ditap ditengah

Topologi Logic Jaringan
Ethernet
· Cara kerja secara ringkas : Untuk menghindari tabrakan antar data di jaringan, node akan melihat apakah jaringan tidak mengirimkan paket data sebelum node itu mengirimkan paket data. Jika node melihat jaringan tidak mengirimkan paket data, maka node akan mengirimkan paket data. Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node juga sedang mengirimkan paket data, maka akan terjadi collision. Bila terjadi collision, maka node dan jaringan akan sama-sama berhenti mengirimkan paket data. Setelah berhenti, node dan jaringan akan menunggu dengan waktu yang random untuk mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirimkan kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini dinamakan metoda CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access / Collison Detection).
· Kecepatannya 10 Mbps
· Implementasi dilakukan dalam berbagai media kabel, yaitu :
1. 10BaseT : menggunakan kabel UTP, 10 Mbps.
2. 10Base5 : menggunakan thick coax, 10 Mbps.
3. 10Base2 : menggunakan thin coax, 10 Mbps.

Token Ring
· Cara kerja secara ringkas : Dalam jaringan token ring, sebuah token bebas mengalir dalam jaringan itu. Jika suatu node ingin mengirimkan paket data, maka paket data yang akan dikirimkan ditempelkan pada token, kemudian token itu membawa paket data ke tujuan. Pada waktu token berisi data, node lain tidak dapat menggunakan token itu sampai token itu menyelesaikan tugasnya mengirimkan data. Bila paket data telah disampaikan ke tujuan, node pengguna tadi melepaskan token untuk dipakai oleh node yang lain. Cara kerja ini dinamakan token passing scheme.
· Kecepatannya 4 Mbps sampai dengan 16 Mbps.


ARCnet
· Prinsip kerjanya menggunakan token passing scheme dan broadcast.
· Kecepatannya mulai dari 2.5 Mbps sampai dengan 20 Mbps.
· Implementasinya menggunakan kabel coaxial RG-62.
· Topologi fisik yang biasa dipakai adalah star.
· Jarang digunakan untuk internetworking UNIX/DOS, karena tidak dapat bekerja dalam satu bus.
FDDI (Fiber Distributed Data Interface)
· Implementasinya menggunakan kabel fiber optik.
· Bekerja berdasarkan dua ring / cincin concentris, dengan kecepatan masing-masing 100 Mbps.
· Salah satu ring dapat berfingsi sebagai back-up bila salah satu ring atau node putus.
· Tidak kompatibel dengan ethernet, namun ethernet dapat dienkapsulasi dalam paket FDDI



INSTALASI

Instalasi Antar Gedung atau Jaringan backbone :
· Kabel yang digunakan adalah fiber optic atau thick coax
· Komputer dihubungkan ke kabel backbone oleh sebuah transceiver dan sebuah drop cable.

Instalasi Dalam Gedung :
· Kabel yang digunakan adalah thin coax atau UTP.
· Jarak maksimum satu segmen kabel thin coax adalah 180 m dan 100 node per segmen.
· Kabel UTP menggunakan topologi star, implementasinya komputer-komputer menghubungkan dirinya masing-masing ke hub atau concentrator.

Instalasi Kabel Ethernet
1) Instalasi Kabel Thin Ethernet
· Satu segmen terdiri dari kabel coaxial RG-58 dan sepasang konektor BNC.
· Untuk menghubungkan sebuah node, digunakan konektor T BNC.
· Satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC pada kedua ujungnya.
· Panjang minimum 18 inchi.


2) Instalasi Kabel Thick Ethernet
· Satu segmen terdiri dari kabel coaxial RG-8 dan sepasang konektor BNC.
· Untuk menghubungkan sebuah node, digunakan sebuah transceiver yang dihubungkan dengan drop cable dengan konektor DB-15 ke node.
· Satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC pada kedua ujungnya.

3) Instalasi Kabel Star Ethernet
· Satu segmen terdiri dari kabel UTP dan sepasang konektor RJ-45.
· Tidak ada persilangan antar kaki-kaki konektor.
· Membutuhkan hub atau concentrator sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.

Menghubungkan PC ke Jaringan Ethernet
Untuk menghubungkan sebuah komputer ke jaringan ethernet, kita harus menggunakan Network Interface Card (NIC) Ethernet yang cocok digunakan untuk thin coax, thick coax dan UTP.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonfigurasi card adalah :
· I/O address. Angka yang paling sering digunakan adalah : 280, 300, 320
· IRQ level. Angka yang paling sering digunakan adalah : 3, 5, 9, 10
· Shared memory base address.
· Direct Memory Access (DMA) channel.
· Output Port. Kita harus memilih output port yang sesuai, apakah BNC, AUI atau UTP.

Dari kelima hal ini, yang harus anda betul-betul perhatikan adalah I/O address dan IRQ level. Anda harus menggunakan angka yang belum dipakai oleh peralatan lain di komputer anda.
Elemen-Elemen Internetworking
Internetworking biasanya dibangun menggunakan tiga elemen :
· Hubungan data LAN. Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi menggunakan sistem pengkabelan privete.
· Hubungan data WAN. Biasanya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25, ATM, ISDN, Frame Relay.
· Device penghubung jaringan. Device ini biasanya dibagi atas beberapa kategori, yaitu repeater, bridge, router, switch dan converter.
· Repeater
Repeater bekerja pada level physical layer dalam model jaringan OSI. Tugas utama repeater adalah menerima sinyal dari kabel LAN yang satu dan memancarkannya kembali ke kabel LAN yang lain. Karena bekerja di level physical layer, repeater mengharuskan penggunaan protocol physical layer yang sama. Contohnya, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10Base2.
· Bridge
Bridge bekerja pada level data link layer pada model jaringan OSI. Bridge fungsinya sama dengan repeater, tetapi bridge lebih cerdas dan flexibel. Karena bridge bekerja pada level data link layer, bridge dapat menyambungkan jaringan yang menggunakan metoda transmisi berbeda dan/atau medium access control yang berbeda. Contohnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. Karena kecerdasan dan kefleksibelannya tadi, bridge mampu mempelajari alamat link setiap device yang tersambung dengannya dan mampu mengatur alur frame berdasarkan alamat tadi.
· Router
Router bekerja pada level network layer pada model jaringan OSI. Router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge. Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang dibangkitkan oleh sebuah LAN terisolasikan dengan baik dari trafik dari LAN lain. Contohnya, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda atau menghubungkan data link LAN dengan data link WAN.
· Switch
Apabila LAN kita mempunyai beban kerja yang tinggi, penggunaan router biasanya tidak cukup. Ini terjadi karena jalur koneksi yang ada tidak mampu menampung aliran data yang sedemikian besar. Untuk menangani masalah ini, diperlukan tambahan jalur koneksi yang lebih banyak. Agar suatu router mampu menangani tambahan jalur, diperlukan bantuan switch. Switch ini biasanya diimplementasikan dalam bentuk hub dengan fasilitas switching, seperti module assignment hub, bank assignment hub dan port assignment hub.
· Converter
Converter bekerja pada level application layer. Converter merupakan tipe device yang berbeda daripada repeater, bridge, router atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan diatas arsitektur network yang berbeda dengan sistem tersebut. Converter bertugas melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak dalam lapisan aplikasi.
Internetwork Heterogen
Yang dimaksudkan dengan internetwork heterogen adalah internetwork dengan protokol network dan transport yang berbeda-beda. Sebagai contoh, LAN TCP/IP dan LAN Netware. Jika kedua LAN ini digabungkan dalam satu kesatuan jaringan fisik dan data link, yang terjadi adalah internetwork heterogen. LAN heterogen tidak dapat berkomunikasi satu sama lain, dikarenakan perbedaan protokol network dan transport tadi.
Internetwork menggunakan bridge
Bridge mampu menggabungkan LAN-LAN yang berbeda protokol, karena bridge tidak memeriksa jenis protokol pada frame yang ia lewatkan.

Keuntungan menggunakan bridge :
· Biaya. Bridge cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router.
· Kemudahan penggunaan. Bridge lebih mudah dipasang dan dirawat.
· Kinerja. Karena cukup sederhana, bridge cenderung mampu menangani trafik yang lebih tinggi.

Kerugian menggunakan bridge :
· Volume trafik. Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume trafik total yang relatif rendah.
· Broadcast storm. Frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN, dan ini dapat menyebabkan trafik melebihi kapasitas medium jaringan.
· Loop. Kesalahan mengkonfigurasi bridge menyebabkan bridge memutarkan frame tanpa henti.
· Alamat yang sama. Alamat fisik suatu stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain.
· Nama yang sama. Jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan trafik yang berlebihan.
Internetwork menggunakan router
Penggunaan bridge sangat menguntungkan, karena bridge tidak melihat perbedaan dalam network layer dan transport layer. Dengan demikian, kumpulan LAN yang kita kembangkan akan dipandang menjadi satu LAN biasa. Keunggulan ini akan menjadi kelemahan apabila LAN dikenai trafik multicast. LAN akan ‘kelabakan’ menangani banyaknya trafik. Untuk menangani hal ini, LAN harus kita isolasi dengan menggunakan router. Router bekerja di network layer, sehingga ia hanya meneruskan data yang sama protokolnya dengan protokol yang ia implementasikan.

Keuntungan menggunakan router :
· Isolasi trafik broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban network karena trafik jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
· Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialam jika menggunakan bridge.
· Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
· Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.
· Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
· Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem.

Kerugian menggunakan router :
· Tergantung pada protokol. Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
· Biaya. Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripad bridge.
· Pengalokasian alamat. Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu.
· Sistem tak terjangkau. Penggunaan tabel routing statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.




Perencanaan Internetwork TCP/IP
Dalam perencanaan internetwork TCP/IP, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh manajer jaringan adalah :
· Topologi backbone
· Alokasi IP address
· Pengaturan routing
· Penempatan server
· Penanganan protokol jaringan yang berbeda
Topologi backbone
Topologi backbone yang sebaiknya digunakan dalam internetwork yang meliputi sebuah kampus adalah Snow Flakes, yaitu topologi yang terdiri dari beberapa buah titik star.

Kelebihan topologi Snow Flakes adalah :
· Beban routing terdistribusi dengan baik.
· Pengontrolan dan operasi internetwork terpusat pada titik-titik star tersebut.
· Troubleshooting internetwork lebih mudah.

Alokasi IP address
Manajer jaringan harus menganggap IP address adalah resource yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. IP address bagi setiap komputer yang terhubung ke jaringan internet harus unik, tidak boleh ada satu komputer yang mempunyai IP address yang sama dengan komputer lain. Terdapat macam-macam cara yang digunakan untuk mengatur penggunaan IP, yaitu penggunaan subnetting dan IP proxy.
Pengaturan routing
Routing dalam internetwork sebaiknya menggunakan metode routing dinamik dan penggunaan routing statik hanya digunakan pada kondisi yang tidak memungkinkan digunakannya routing dinamik.

Keuntungan routing dinamik :
· Route ditentukan oleh setiap router berdasarkan informasi dari router lain.
· Dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi internetwork ( penambahan workstation, putusnya jaringan, dan sebagainya ).
· Penanganannya lebih mudah daripada routing statik.

Protokol routing dinamik yang banyak digunakan dalam internetworking TCP/IP adalah :
· RIP (Routing Information Protocol) yang menggunakan algoritma routing distance vector.
· OSPF (Open Shortest Path First) yang menggunakan algoritma link-state.

Penempatan server
Penempatan server yang dimaksudkan disini mengacu pada mesin-mesin yang mempunyai tugas memberikan informasi pada client dalam suatu internetwork. Server-server tersebut digunkan untuk memberikan informasi kepada internetwork, misalnya DNS server, dan untuk memberikan informasi secara umum, seperti FTP dan WWW server. Server-server ini mempunyai kecenderungan trafik yang tinggi dibandingkan dengan workstation.

Penempatan server yang baik dalam internetwork mampu mendistribusikan beban trafik di jaringan. Ini terjadi karena sifat beban trafik antar server berbeda-beda. Server seperti DNS server sering diakses, tetapi ia hanya memberikan informasi yang kecil, sedangkan FTP dan WWW server tidak terlalu sering diakses, namun informasi yang ia berikan jauh lebih besar daripada DNS. Yang biasanya dilakukan pada DNS server adalah mendistribusikan informasi pada dua atau tiga server dalam internetwork yang besar.
Penanganan protokol jaringan yang berbeda
Internetwork yang ada biasanya tidak hanya menangani satu protokol jaringan. Contohnya adalah internetwork yang terdiri dari protokol TCP/IP dan IPX/SPX. Pada internetwork yang menggunakan router (TCP/IP) , elemen internetwork dengan protokol yang berbeda tersebut hanya mampu berkomunikasi sebatas sampai router saja. Agar elemen ini mampu berkomunikasi dengan elemen lainnya yang terpisah dari router, digunakan metode tunneling. Dengan metode tunneling, elemen-elemen internetwork tersebut mampu berkomunikasi dengan protokolnya diatas protokol TCP/IP.

Wednesday, July 23, 2008

pEngErtiAN MAN

Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

pEngErtiAn WAN

WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan
jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.